Home » » Cerita Liang Natumandi Hutabarat

Cerita Liang Natumandi Hutabarat


Masih ingat tentang Goa Natumandi Hutabarat? Ya tepatnya di Huta Hutabarat – Tarutung. Dahulu di Huta ini terkenal sekali gadis-gadis yang cantik bagaikan bidadari kayangan. Oleh karena itulah membuat banyak pemuda pergi martandang ke Huta ini untuk mendapatkan gadis-gadis idaman pemuda dari Huta Sekitarnya. Pada suatu ketika,
adalah seorang gadis yang sangat cantik yang bernama si Boru Natumandi boru Hutabarat bertenun ulos. Itulah salah satu kegiatan sehari-hari si Boru Natumandi yang cantik jelita itu. Saat si Boru Natumandi sedang bertenun uloas, datanglah ular jadi-jadian (siluman) – Ular ini dulu adalah jelamaan dari seorang Pemuda yang bermarga Simangunsong yang berhuta di Pulau Samosir.Saat ular itu berusaha menghampiri si boru Natumandi, ia justru melihat sosok ular tersebut adalah seorang pria yang gagah perkasa dan tampan. Saat itulah, sang ular berusaha merayu dan mengajak Si boru Natumandi untuk mau menikah dengannya.
Melihat ketampanan dan gagahnya sang ular jadi-jadian tersebut, Si boru Natumandi akhirnya menerima pinangan tersebut, setelah pinangannya diterima, sang ular kemudian mengajak Si Boru Natumandi untuk pergi menuju ke arah sungai Aek Situmandi dan melewati tempat pemandian sehari-hari Si boru Natumandi di Sungai Aek Hariapan. Dari tempat itu, mereka meninggalkan pesan kepada orangtua Si Boru Natumandi dengan cara menabur sekam padi dari tempat bertenun hingga ke Liang Si boru Natumandi sekarang. Pesan sekaligus tanda itu artinya agar Bapak/Ibu dan semua keluarga mengetahui kalau dia telah pergi dan akan menikah dengan seorang pria, dimana sekam padi tersebut bermakna sampai dimana sekam ini berakhir, disitulah Si Boru Natumandi berada.
Sore harinya, saat kedua orangtuanya pulang dari perladangan, mereka mulai curiga melihat putri semata wayang mereka tidak ada ditempatnya bertenun dan juga tidak ada dirumah, akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk memberitahukan warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Melihat sekam padi yang bertaburan bak sebuah garis pertanda dan tak kunjung ditemukannya Si boru Natumandi hingga keesokan harinya, akhirnya taburan sekam di tepi sungai Aek Situmandi dan berujung disebuah liang/gua yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kampung halaman Si boru Natumandi diyakini kalau Si boru Natumandi menikah dengan seekor ular.

1 komentar:

  1. terimakasih gan infonya menarik jangan lupa mampir ke http://girimiharja.student.ipb.ac.id

    ReplyDelete

Dongan Blog's

Followers